Rabu, 15 Juni 2011

Trik Cara Mengenal dan Mengatasi Karakter Pelanggan


Salah satu trik bisnis untuk meningkatkan keuntungan adalah mengenal beberapa karakter pelanggan. Mengenal karakter pelanggan akan memberi efektivitas dalam mengatasi atau menghadapi pelanggan sehingga pelanggan merasa puas akan pelayanan yang anda berikan. Pelanggan adalah raja. Apapun karakter pelanggan, anda harus dapat menghadapi agar mereka melakukan pembelian atas produk atau jasa yang anda jual.

Beberapa trik dan cara agar anda dapat mengenal dan mengatasi beberapa karakter pelanggan, ada beberapa langkah-langkah yang terbaik yang harus anda lakukan yaitu antara lain :

1. Pelanggan yang pendiam

  1. Pelanggan yang diam dan cenderung pemalu akan merasa tenteram jika dihadapi dengan ramah tamah dan penuh perhatian.
  2. Jika pelanggan seolah-olah sedang memikirkan sesuatu, sebaiknya anda jangan mengajak berbicara tetapi cukup melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menarik perhatian pada produk yang ditawarkan.
  3. Jika menemui pelanggan yang kesulitan dalam berbicara (gagap), anda hendaknya jangan terpaku pada keadaan tersebut dan hendaknya bersikap biasa saja.
2. Pelanggan yang tidak sabar
  1. Mengenali pelanggan yang tidak sabar melalui sikapnya, lalu meminta maaf kepadanya atas tertunda-nya pelayanan.
  2. Mengatakan kepadanya bahwa dia akan dibantu semaksimal mungkin dan sesegera mungkin.
  3. Secara cepat dan efisien menangani situasi tersebut dan bila perlu menenangkan pelanggan tersebut.
  4. Mengucapkan terima kasih bahwa pelanggan tersebut masih bersedia menunggu.
  5. Mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada pelanggan tersebut dan meminta maaf sekali lagi atas ketidaknyaman dalam pelayanan.
3. Pelanggan yang banyak bicara
  1. Mengenali kedatangan pelanggan dengan mengucapkan salam.
  2. Menawarkan bantuan yang diperlukan tersebut.
  3. Bila pelanggan masih terus berbicara anda mengalihkan perhatiannya pada hal-hal yang ditawarkan dengan penjelasan yang cukup.
  4. Menawarkan bantuan dan memuji kehebatan nya berbicara.
  5. Bila perlu bergabung dalam pembicaraan tersebut sambil sekali-sekali memberikan pujian.
  6. Bila beberapa pujian tampaknya berhasil, anda menawarkan produk yang ditawarkan.
  7. Meminta alamat dan nomor teleponnya. Pelanggan jenis ini senang sekali jika mendapat perhatian.
4. Pelanggan yang senang mendebat/berdebat
  1. Tidak menunjukkan reaksi apabila pelanggan tersebut berada pada pihak yang salah, sebab jika kita menunjukkan reaksi, akan timbul diskusi yang berkepanjangan.
  2. Bersikap tenang tidak gugup, dan tidak terpancing untuk marah.
  3. Membatasi percakapan pada masalah yang sedang dihadapi, tidak menyimpang dari pokok pembicaraan.
  4. Mengemukakan argumen yang masuk akal, agar pelanggan menghargai anda, apabila pelanggan sudah tenang, anda mulai memberikan pelayanan.
  5. Mengulangi argumen anda sekedar untuk mengingatkannya apabila pelanggan kembali bersikeras dengan pendapatnya.
  6. Mencari kelemahan dari argumen pelanggan dan menunjukkan kekeliruan nya agar pelanggan pelanggan tenang.
  7. Apabila anda dapat menguasai keadaan, pelanggan akan lebih lunak.
5. Pelanggan yang memiliki banyak permintaan
  1. Mengucapkan salam bila ia datang kepada anda. Bila melalui telepon anda harus menggunakan cara bertelepon yang baik.
  2. Mendengarkan permintaannya, jika memungkinkan membuat ringkasan atas permintaan tersebut. Permintaan tersebut bisa dipenuhi bisa tidak, tergantung kebijaksanaan anda atau perusahaan.
  3. Sesegera mungkin permintaan pelanggan, jika memungkinkan, dan tidak melakukan kesalahan dalam melayani, karena ia akan terus mencecar anda jika ada kesalahan sedikit saja.
  4. Meminta maaf dan menyarankan alternatif lain jika pelanggan merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan.
  5. Sesegera memberitahu atasan sambil menyebutkan permintaan pelanggan jika anda tidak mampu melayani pelanggan tersebut.
  6. Tersenyum setiap saat meskipun merasa jengkel.


Apapun karakter pelanggan, anda harus tampil tersenyum dan mampu menghadapinya. Pelanggan adalah sumber kehidupan bisnis dan keuntungan anda. Kehilangan satu pelanggan berarti kehilangan uang anda dan hal ini juga mempengaruhi dapat mempengaruhi upaya anda dalam membangun citra positif bisnis di mata pelanggan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar